PETUALANGAN HASRAT CINTA SEORANG AKHWAT

gio

February 23, 2011 at 11:22 am (Uncategorized)

Kejadian ini berawal dari persahabatanku dengan seorang wanita berumur 24 tahun. Sebut saja namanya Billa. Aku dan Billa seperti adik kakak, aku ingin sekali mempunyai kakak perempuan sejak kecil, jadi Billa sendiri sudah seperti kakakku. Suatu hari, aku harus menginap di tempat kak Billa karena hujan.
“ dek, ujan nih, nanti aja pulangnya , ntar sakit kamu ! “ , ujar kak Billa. Aku hanya mengangguk dan melanjutkan game console yang aku mainkan. Tiba tiba aku mendengar suara pacar kak Billa datang. Aku tidak perduli. Awalnya semua tidak ada apa apa, sampai tiba tiba terdengar..
“ uhhh.. Jangan say, ada adek “ , aku mengendap kluar. Aku melihat Kak Billa tersandar di dada Gio, tangan Gio meraba Vagina Kak. Aku terdiam. Sejenak.
“ aku Liat adek duLu deh, dia uda tidur atau gimana “ , aku langsung bergegas masuk kamar dan berpura pura tidur. Kak Billa menutup pintu perlahan. Aku membuka sebelah mataku dan berjalan keluar sesaat Kak Billa keluar. Saat aku keluar. Aku di kejutkan oleh pemandangan yang tak lazim. Payudara Kak billa yang tergolong kecil, tidak terbungkus apapun . Gio sedang asik mengulumnya. Putting Kak Billa yang sudah menegang, mulai di gigit perlahan.
Paha mulus kak Billa pun sudah di sergap oleh Gio. Gio tampak asik memainkan putting sambil memasukan jemarinya ke celana dalam Kak Billa. Mereka saling beradu ciuman. Lidah mereka bertautan.
“ mmhhh…. Enakk say ‘’, Kak Billa mengerang. Tangan kak billa masuk menyelinap ke jeans Gio. Raut wajah Gio mendadak berubah. Seperti merasakan kenikmatan yang tidak tertahankan.
Kak Billa jongkok tepat di depan resleting celana Gio. Dia menggigit jeans Gio yang sudah tampak mengetat. Menggigitnya seperti seakan akan ingin menelan isi di dalamnya.
“ sayangg… blow Job’in “ , seketika Gio melepas jeans birunya dan mengeluarkan adiknya yang ternyata ukurannya cukup besar. Kira kira 19 CM dan berdiameter cukup besar. Entah mengapa kakiku terasa lemas melihatnya. Aku duduk di dekat tempatku mengintip mereka. Aku meraba selangkanganku sudah basah. Entah keringat.. atau…
“ ummhh… teruss sayangg.. uuhh… bibir kamu enakk bangett.. iseepp yang.. “ , Gio merintih menahan kenikmatan yang di beri kak Billa. Aku meraba vaginaku yang terasa berdenyutt denyut.
“ SAyang, uuh… “ , Gio melepas penisnya dari mulut kak Billa dan menggendong kak billa. Di tidurkannya Billa di sofa. Dan Gio mulai bergerilya menuju vagina Gio.
“ hhmmmmppph… uuh.. Gio… Jilatt.. sayang.. uugghhhh “ , rintih Kak Billa saat Gio mulai menjilat bibir vaginanya. Gio memainkan lidahnya di vagina kak Billa. Tubuh kak billa yang sexy sudah tidak terbungkus apapun. Gio memasukkan jari telunjukknya ke dalam vaginanya dan mulai mengocok ke kiri,, kanan dan teruss membuat Kak Billa meronta.
“ saaayaangg.. emmm… enaakk say “ , Klirotis kak Billa yang sudah Nampak membesar digigit perlahan. Gio mulai mengocok vagina Kak Billa sambil menggigit gigit klirotisnya.
“ sayangg.. Uuuhh.. masukin donk yang.. ga tahannn niyhh “ ,
Dengan sigap Gio berdiri dan mengarahkan penisnya ke Vagina Billa.
“ Uuhh… Emmmmhhh… “ , kepala penis Gio bermain main di bibir Vagina kak Billa. Aku membayangkan bagaimana jika itu vaginaku. Pasti akan terasa seperti surga dunia.
“ AAAHHHH….. SAYANGG…. UUUHHH “ , Kak Billa mencakar Gio. Gio mendorong kepala penisnya masuk langsung ke vagina Kak billa. Kak Billa memalingkann wajah..
“ UUUHhh… mmmmHH… AHHH… YAngg terus yang .. uuuhh… yesss.. aku suka kontol kamu sayyaanggg… yang kencengg yang “ , racau Kak billa
“ YAA SAYANG… uuh… Memek kamuu .. uuuh.. selalu enakk yang “ , Gio menimpali. Suara penis dan vagina mereka terdengar sangat eksotis di telingaku.
“ SHIT.. UUUHHH…. MMMPhHH…, Gio gantii yaa.. mmmm “ , Posisi MOT memang menguntungkan Kak Billa. Tapi tampaknya mereka berdua ingin lebih menggila.
Kak Billa dengan sigap berdiri setelah Gio mencabut penisnya. Kak Billa membungkukkan punggungnya dan mulai meraba payudaranya.
“ Yangg … akhh “ , Gio meracau sesaat dia memasukkan batang penisnya. Gio menjambak rambut Kak Billa dan mulai menggoyangkan pinggulnya.
Gio menggoyangkan pinggulnya dengan penuh semangat. Kejadian ini berlangsung sekitar 15 menit. Aku meraba raba vaginaku sendiri. Pemandangan yang luar biasa batinku.
“ sayangg.. Uuhhh… YANG aKuu mauu keluarr “ , Kak billa mengerang..
“ Mmmphhh… oookkhh.. enakk bangett yang memek kamu.. barengg ya sayangg “ , Gio mempercepat gerakannnya. Dan mendorong Kak Billa lebih keras.
“AAARRGHHH… AAA…Kku..AAAHHH SAAYAANGG……..” , Tubuh Gio menegang. Tampak tetesan sperma menetes ke bawah
“ OOOUUUCHHH… MMMMPPHH…AKuu juga…Uuhh… sayangg ka…kammu.. uuhh… mmpphh “ , Gio melumat bibir kak Billa dengar sergapnya. Mereka tergeletak dan penis Gio masi di dalam Vagina Kak Billa. Aku masuk ke kamar dan mulai….

Leave a Comment

akhwat penjaga warnet

February 23, 2011 at 11:13 am (Uncategorized)

 

Malam semakin larut, dingin, karena langit terus mencurahkan air matanya sejak sore tadi, ditambah lagi ruangan itu ac menyala sedari pagi. Novi melirik jam di ujung kanan tampilan monitornya, sudah jam 3 dinihari.
Novi mulai merasakan kantuk menyerangnya, matanya mulai berat, tapi mengingat kewajibannya, dia tetap berusaha untuk menahan rasa kantuk itu. Sudah beberapa hari ini dia bekerja di sebuah warnet milik sepupunya yang buka selama 24 jam. Dan malangnya, Novi harus menjaga warnet itu saat malam hari.
awalnya ia enggan, tapi setelah diyakinkan oleh sepupunya bahwa warnet itu aman di malam hari, maka akhirnya Novi terpaksa menurutinya. Mau gimana lagi, Anto -sepupunya itu- itu bekerja malam hari disebuah pabrik di daerah bekasi, dan baru bisa menggantikannya menjaga net itu sepulang kerja sampai tengah hari, sedangkan Dimas yg biasa shift malam di net itu sedang pulang ke kampung halamannya.
Malam itu cuma ada seorang pemuda yang sedang main di warnet itu, usianya kira2 sebaya dengan calon suaminya di kampung. Sejak sore pemuda itu sudah datang dan memang sejak awal Novi bekerja di net tersebut, pemuda itu memang selalu datang sore hari dan baru pulang saat azan subuh berkumandang.
Dia sempat berpikir tentang apa kerja pemuda tersebut, karena dalam benaknya, tidak mungkin pemuda itu bekerja di siang hari karena malam harinya dia selalu bergadang di net ini. Tapi dia sadar, inilah kota besar, pemudanya tidak seperti di kampungnya yang biasa berada di masjid saat malam tiba. Dia merasa beruntung karena calon suaminya adalah seorang aktifis dakwah, sama seperti dirinya.
“Mbak, teh botol 1 ya?” Suara itu mengagetkannya.
“Oh, iya Mas, silahkan.” Jawabnya
“Loh kuncinya mana Mba?”
“Oh, iya, ini Mas” Jawab Novi sambil menyerahkan kunci yang lupa diberikannya.
di Net tersebut, Lemari Es tempat penyimpanan minuman memang sengaja dikunci karena seringnya para user yg tidak bertanggung jawab mengambil minuman tanpa membayar saat sang operator sedang lengah.
Pikiran Novi kembali menerawang kepada sosok calon suaminya. Lelaki yg sebenarnya sudah lama dia kenal, tapi baru bisa dia dengar suaranya saat proses lamaran tepat 1 minggu sebelum Novi berangkat ke Jakarta untuk bekerja pada sepupunya pemilik warnet ini.
Dia sengaja bekerja di jakarta menjelang pernikahannya, Untuk menghindari hal2 yang tidak diinginkan, pikirnya.
Ya, dalam pikirannya,bisa saja mereka terjerumus di dalam dosa.. Wong yang mereka yg baru pacaran saja bisa melakukan hal2 nekad, apalagi dirinya yg sudah bertunangan. Walaupun dia yakin dia dan calon suaminya tak mungkin melakukan hal2 yg dilarang agama meskipun mereka sudah resmi bertunangan dan pelaksanaan akad nikahnya sendiri tinggal 2 minggu lagi. Intinya, 2 minggu itu masih mungkin terjadi hal2 yg tidak diinginkan olehnya.

“Tuh kan, bengong lagi, lagi mikirin apa seh, Mba?? tiba2 pemuda itu sudah berada di sampingnya lagi, dan lebih membuatnya kaget lagi.
“Eh, engga Mas, ada apa? Ada yg bisa saya bantu?” jawabnya tergagap
“Itu mba, tolong Share-in file yg ada di foldernya Dimas dong. Penting nih.”
“Oh iya, sebentar ya” Novi pun meraih Mouse dan mencari folder yg dimaksud, tapi entah karena apa, pemuda tersebut tiba2 berkata “eh, maaf Mba, biar saya aja deh yg cari, gak enak sama mba, mba kesana aja dulu sebentar.”
Novi jd bingung, dia pun melangkah sedikit menjauh, dalam hatinya, mungkin itu file rahasia yg tidak boleh dilihat oleh siapapun, kecuali oleh Dimas. Setelah beberapa saat, pemuda itu berdiri dan kembali mempersilahkan Novi duduk di bangku operator tersebut.
“Udah Mba, Makasih ya.”ucapnya sambil berlalu meninggalkan NOvi.

Novi kembali menatap jam di pojok kanan bawah monitor, hampir 1/2 4. berarti, 1 jam lagi sepupunya pulang, dan dia bisa istirahat setelah sholat subuh di rumah pamannya yg kira2 berjarak 100 meter dari net itu.
tiba2 dia teringat sesuatu, tadi sore, sebelum berangkat Anto sempat memintanya untuk memindahkan file2nya ke folder baru. Setelah membuat folder baru,dia mulai mencari file2 milik Anto yg ternyata bertebaran dimana-mana,tak terasa, saat azan subuh pekerjaan itu baru selesai, benar2 si Anto itu, brantakan sekali sih orangnya.. PIkirnya dalam hati.
Tak lama, Anto masuk ke net, dia masih keliatan segar meskipun baru pulang kerja.
“Gimana Nov? Rame Gak?? ” Tanyanya
“Cuma ada 1 orang, itu yg biasa main dari sore sampai pagi.”
“Oh si Toni ya?” Biasa dia mah. Ya udah km sana istirahat.”
“Iya, aku pulang dulu ya.. Novi pun mulai beranjak meninggalkan warnet menuju rumah sodaranya tersebut, keluarga saudaranya tersebut pasti belum pada bangun, yah mau gimana lg, dia hanya menumpang di rumah tersebut, mau bicara apa pun terasa tidak enak, untung saja dia diberi pegangan kunci cadangan, jd dia tak perlu membangunkan orang2 yg masih terlelap dalam tidurnya tersebut.

Esoknya

HUjan kembali turun sejak sore, dan kini ditambah dengan suara petir yg sesekali menggelagar di atas sana.
Lagi-lagi, sama seperti kemarin, cuma ada si pemuda yg bernama Toni di net itu.
Waktu menunjukkan pukul 1 dinihari ketika tiba2 saja listrik padam.
“Yah Mba, gimana neh??” Kata Toni setengah berteriak. Novi tidak menjawab apa2, dia sibuk mencari lilin untuk menerangi ruangan itu.
“Payah deh, lagi seru2nya pake mati lampu segala lagi,” kata Toni yg sudah berdiri tak jauh dari Novi.
“Ada lilin, MBa??
“Ada ini baru ketemu, ini saya lg cari koreknya”
“OH, ini aja, saya ada korek kok.”
sigap tangan Toni menyalakan korek dan mengarahkan apinya ke sumbu lilin yg disodorkan NOvi. Lalu lilin itu ditempatkan tak jauh dari meja server. Lumayan menerangi ruangan tersebut.
Toni meraih bangku yg ada disamping, lalu duduk disamping Novi.
Novi sempat merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut, sebagai seorang akhwat – wanita yg aktif dalam kajian dan kegiatan dakwah – suasana seperti itu jelas sangat tidak berkenan dalam hatinya. Berdua2an dengan seorang pria yg tidak dikenalnya, dalam keadaan gelap dengan penerangan bermodalkan secercah cahaya lilin, wew, jelas sangat tidak nyaman baginya.
Tak sekalipun ia pernah mengalami saat2 seperti itu, tapi mau bagaimana lagi, keadaan memaksa, tak enak rasanya mengusir langganan yang setiap malam selalu datang ke warnet itu seperti Toni.
Mereka diam, tak ada hal yang bisa dibahas sebagai bahan pembicaraan.
setengah jam berlalu dalam keheningan, dan listrik belum juga menyala. Kehiningan berlalu saat Toni meminta kunci kulkas.
“Haus nih mba, aku ambil minum ya.”
untung saja Novi sudah hapal tempat kunci itu biasa diletakkan, tak lama, kunci itu sudah berada di tangan Toni. Toni bergegas mengambil minuman dan membuka tutup botolnya.
NOvi terperangah ketika Toni memberikannya sebotol teh bot**l kepadanya.
“Biar gak ngantuk,”Kata Toni singkat
“Oh, iya makasih mas, ntar biar saya bayar sendiri ya”
“Ah, jangan, biar saya aja. kan aku yg ambilin”
“Yah, terserahlah,” Akhirnya NOvi mengalah karena merasa tak enak hati.
dia tak langsung meminumnya karena TOni lebih dulu bertanya padanya.
“Katanya sebentar lagi mau nikah ya Mba?
“Iya Mas, kok tau? Dari Anto ya?
“Iya, tadi sore dia cerita. Tapi kok 2 minggu lagi nikah, mba malah ke jakarta n kerja disini?
“Ribet Mas ngejelasinnya. Intinya sih, saya mau nahan diri, itu aja.”
“Nahan diri? Nahan diri dari apaan? Tanya Toni
“Dari nafsu, saya ngga mau melakukan hal2 yg mengundang saya pada maksiat bersama tunangan saya.” Jawab Novi
“OH gitu toh, ic ic” Tony manggut2 seolah mengerti, padahal dia kurang paham apa yg dimaksud oleh NOvi.
“Di minum mba minumannya” kata Tony mempersilahkan Novi untuk meminum minuman yg telah dibelikannya.
merasa tak enak, Novi pun meminum teh pemberian Toni tersebut. Toni sendiri menatap sambil menyunggingkan senyum.
Tak lama setelah meminum minuman tersebut, kantuk yg sangat hebat tiba menyerang novi, kepalanya juga terasa sangat berat. Sempat di lihatnya jam yang baru menunjukkan pukul 2, setelah ia merasakan matanya tak sanggup lagi menahan rasa kantuk yg mendadak tiba tersebut.

NOvi terbangun saat dia merasakan ada sesuatu yg meraba payudaranya. dia seperti tersengat oleh listrik ribuan kilowatt saat dia melihat jubah yg ia kenakan telah terbuka kancing di bagian depannya, dan dia lebih terkaget2 lagi saat menyadari Toni sedang meraba payudaranya. Bra yg dikenakannya sdh tidak menutupi 2 bukit indah yg menjulang tersebut.
“Ngapain kamu, tolong hentikan, jgn macam2 kamu.” katanya sambil berusaha menepis tangan Toni yg sedang menggerayangi payudaranya. Tapi tangannya terasa sangat lemah, ia seperti tidak punya tenaga untuk mengangkat tangannya sekalipun.
Toni hanya diam, dia tak menjawab apa2. cuma Tangannya yg terus bergerak, meremas, dan sesekali menyentuh dengan lembut puting payudara Novi dengan jarinya.
Tak cuma itu, Toni pun mulai menciumi bukit indah itu, lidahnya mengulum dan menggigit kecil puting susu Novi yang masih berwarna pink tersebut. Toni tahu betul, puting susu seperti yang ada dihadapannya pasti belum pernah terjamah oleh lidah, bahkan oleh tangan lelaki lain.
Toni tak menghiraukan gadis yang terus berusaha meronta dengan tenaga nya yg lemah itu. Bahkan, tangannya pun mulai bergerak kebawah, menyelusup masuk ke dalam celana dalam Novi setelah ia membuka kancing rok yg dikenakan Novi.
Novi sedikit histeris ketika vaginanya disentuh oleh jemari toni, tapi suaranya jelas tak kan terdengar oleh siapa2, selain di luar sedang hujan, tak ada bangunan yg ada di dekat warnet itu, satu2nya bangunan terdekat adalah rumah Anto, tempat Novi menumpang, itu pun jaraknya lumayan jauh.
Toni mengusap gundukan bukit yg sedikit berbulu itu, disentuh nya dengan lembut bibir vagina tersebut sampai akhirnya Toni tak sabar dan segera melepaskan rok dan celana dalam yang membungkus bagian bawah tubuh Novi.
Novi terus berusaha berontak dengan tenaga lemahnya, rupanya, minuman yg diminumnya dicampur oleh obat bius oleh Toni, entah kapan Toni memasukkan obat bius tersebut.
Usaha berontak Novi jelas tidak berarti apa2 bagi Toni, yang ada Toni malah semakin liar menciumi payudaranya.. jarinya pun mulai berusaha untuk memasuki liang vagina Novi.
Novi menggigit bibirnya ketika dia merasakan jari tengah Toni perlahan mulai masuk ke dalam vaginanya..
Perih.. dan dia pun merasakan ada sesuatu yang mengalir dari dalam vaginanya..
“Oh, kamu masih perawan ya Nov??” tanya Toni setelah ia melihat apa yg membasahi jarinya..
bukannya Iba dan menghentikan perbuatannya Toni kembali memasukkan jarinya. dan mulai menggerakkannya keluar masuk secara perlahan-lahan, dia melakukannya dengan lembut sambil bibir dan lidah nya tak berhenti bermain di payudara gadis tersebut.
“argh …. tolong hentikan Ton.” kata Novi terbata-bata.
Nafasnya mulai memburu, tak dapat diingkari, meski perih, meski kehormatannya sedang direnggut oleh Toni, ada perasaan aneh yg menyelusup ke dalam sanubarinya.
Perasaan itu semakin menjadi2 saat jemari Toni semakin bergerak cepat di dalam vaginanya yg terasa semakin licin oleh Toni.
entah karena sebab apa, Novi mulai menghentikan usahanya untuk berontak, sebaliknya,dia malah menekan kepala Toni dengan sisa tenaganya… tentu saja hal tersebut semakin membuat Toni terbenam dalam bukit payudaranya, ciuman dan kuluman Toni pun semakin menggila, Toni terus menjilati puting yang indah tersebut.
“Arghhhhh….. Ton….ARghhhh”
“Tolong hentikan Toooonnn…”
“Memek km rapat bgt Nov, aku suka, aku juga suka sama puting susu km..” Jawab Toni sambil tangannya terus mengocok vagina Novi.
Tubuh Novi seakan mengejang, dirasakannya gerakan Toni menimbulkan perasaan yang sangat berbeda olehnya..
Rasa sakit yg tadi menderanya seakan telah hilang, digantikan oleh suatu rasa yg belum pernah ia rasakan sama sekali sebelumnya.
“Argh argh ……” Nafas Novi semakin memburu, dia sudah tak dapat lagi berkata apa2…
“ssssssshhhh …. arghhhh.” Novi mulai mendesis, gairah mulai merasuki perasaannya.

Toni sendiri menjadi semakin menjadi, di ambilnya tangan Novi dan dituntunnya tangan lembut tersebut ke arah penisnya. Karena mulai dikuasai oleh gairah yg memuncak, tak sadar Novi menuruti pemuda itu, dielusnya penis Toni yg masih terbungkus celana jins. Tak sadar pula ia mulai membuka resleting celana tersebut dan menyelusupkan jemarinya ke dalam celana dalam Toni.
Tubuh nya terus terasa kejang akibat gerakan jari Toni di dalam vaginanya, gerakan Jemari toni pun semakin cepat, tak sabar, ia menuntun tangan gadis itu untuk menyentuh penisnya.
“Pegang seperti ini Nov,” Katanya sambil membimbing tangan gadis itu untuk menggenggam penisnya..
“Ya Seperti itu. Arghhh…” Toni berkata sambil merasakan nikmat ketika Novi mulai menggenggam penisnya.
Novi benar2 telah bergerak berdasarkan instingnya, perlahan dia mulai menggerakkan genggamannya, dia gerakkan penis Toni, diputarnya dengan bergairah.
“Arghhh Ton,,, Ton..” Novi meracau dengan desahan nafasnya yg semakin tak beraturan..
dia benar2 merasakan kenikmatan dari gerakan jari Toni yg keluar masuk vaginanya yg semakin basah. sesekali Toni menciumi payudara gadis itu.
Mereka terus bercumbu di tengah temaram lilin, suara rintik hujan semakin membuat Toni bergairah mencumbui gadis berjilbab yang akan menikah itu.

Setelah beberapa saat, Toni melepaskan jarinya, dia juga melepaskan genggaman tangan Novi dari penisnya. Novi menatap penis Toni yg berjongkok di depannya..

Baru sekali ini ia melihat penis lelaki dewasa langsung di hadapannya. Toni yg melihat gadis itu menatap penisnya, mulai meraih kembali tangan gadis itu. Novi kembali meraih penis Toni yg sudah mulai mengeras.

“Coba dicium Nov, pasti km suka” katanya pelan, stengah berbisik.
Novi menatap penis itu. Ragu karena dia memang belum pernah melakukannya. Di dorong oleh gairahnya, dia mulai mencium penis itu, dikecupnya penis Toni. Toni tak diam, dielus nya kepala Novi yg masih terbungkus jilbab besarnya.
Mullutnya mulai mendesis ketika Novi mulai mengulum penisnya yg terasa semakin mengeras.
akhirnya, ia tak bisa menahan gairahnya… Toni akhirnya merebahkan tubuh Novi di lantai, lalu ia merebahkan tubuhnya ke arah yg berlawanan, ia membentuk posisi 69 yg biasa di lihat di video porno yg sering dilihatnya.

Novi kembali menjamah penis yg sekarang ada di depan bibirnya tersebut, Toni pun mulai memasukkan kembali jemarinya ke dalam vagina Novi. Dia jg menciumi vagina tersebut, memainkan lidahnya di klitoris gadis itu sambil jarinya tak berhenti bergerak keluar masuk vagina yg semakin basah itu.

“arrrrghhh… nikmat bgt Nov, arghhh …
Toni semakin bersemangat menjilati vagina Novi, jarinya semakin cepat bergerak.

“Arghh Ton… ” Novi terus mendesis di sela kulumannya pada penis Toni.

Mereka terus saling menghisap dan mempermainkan kelamin pasangannya beberapa saat.
Tak sanggup menahan perasaan yg semakin membuncah, Toni kembali merubah posisinya.
kini dia berjongkok di depan paha Novi yg masih berbaring. perlahan dia mengarahkan penisnya ke arah vagina Novi.

“Mauu aphaa km Tonn?” Tanya Novi terbata
Toni tak menjawab, dia membuka paha gadis tersebut, dan mulai mendekatkan penisnya…
Novi tak bisa mengelak,dia justru membuka pahanya lebih lebar… dan dia sedikit histeris ketika penis toni yg membesar itu mulai perlahan-lahan memasuki liang vaginanya.

“argghhhh …. pelan2 Ton, perih.”
“Iya Nov, tahan ya…” jawab Toni penuh perhatian..
dia terus berusaha memasukkan penis nya ke dalam vagina Novi.

arghhh … ssssshhhhh … memekk kamu rapat bgt Nov… aku suka …
pelan tapi pasti akhirnya penis toni berhasil masuk ke dalam vagina Novi.

“arghhh… Ton …” Novi mendesis menahan rasa nikmat yg tiada taranya itu. Tubuhnya bagai terbang ke awang2.
perlahan toni menggerakkan pinggulnya, menggerakkan penisnya maju mundur di dalam vagina yg semakin terasa becek itu.. semakin lama gerakannya semakin cepat.. membuat Novi semakin merasa terbang..
Novi pun akhirnya tak bisa diam, gairah menuntutnya untuk menggerakkan pinggulnya. Mengimbangi gerakan Toni yg terus menghajar vagina

Mereka saling mendesis merasakan kenikmatan,,,
“arghhh… enak Nov, nikmat bgt”
“Ton …. aku gak tahan” ceracau Novi sambil menggerakkan pinggulnya semakin cepat. dia benar2 telah kehilangan akalnya, dia hanya merasakan kenikmatan yg tiada tara saat itu…

Novi terus bergerak, tanganya mulai menekan pantat Toni, ia ingin penis pemuda itu masuk semakin ke dalam liang vaginanya.

“argghhh Tonnnnnn…. trusssss”
sampai akhirnya, Novi benar2 merasakan tubuhnya kejang, dia merasa ada yg meledak dalam tubuhnya. dia berusaha menahan gerak tubuh Toni,, tapi pemuda itu tidak berhennti dan malah semakin mempercepat gerakannya…

“Tonnnn…. argghhhhhh aku …….
“iya Novv…. argggghhh sabar, aku sudah mau,,,,,
“arghhhh…..”

akhirnya Toni merasakan ledakan itu, dia hempaskan tubuhnya ke atas tubuh gadis dibawahnya.

Novi memeluk pemuda itu erat. membiarkan penis yg masih berdenyut itu tetap berada dalam liang vaginanya…

akhwat itu sadar, ia telah khilangan keperawanan dan kehormatannya yg telah ia jaga selama ini.

hujan masih rintik2 diluar sana..
gerimis pun hadir di mata akhwat itu…
penyesalan atas apa yg telah ia lakukan beberapa menit lalu

Leave a Comment

kumpulan kisah

February 23, 2011 at 11:11 am (Uncategorized)

Demonstrasi di Monas

Agustus 7, 2009

Demonstrasi di Monas
——————————————————————

waktu keluar dari dpp pks mampang aku berpapasan dengan serombongan akhwat yang akan menuju monas untuk berkumpul berdemonstrasi.

setelah semua persiapan selesai aku naik bus way dan ternyata bertemu dengan rombongan tadi , yang berjumlah 5 orang

1 orang murrobiyah dan 4 muttarobinya, sang murrobiyah berumur 45 tahunan tampang cukup dewasa, sambil membawa 2 orang anak

ke empat muttarobi masing masing Rina, Ulva, Saskia dan Dila, mereka semua berpakaian panjang dengan jilbab sampai pantat.

Mereka memakai jilbab yang berbeda-beda ada yang putih , ungu dan biru tampak anggun dan serasi dengan wajah manis mereka.

—————————————————————————————-

Aku adalah salah seorang anak pengurus dpp pks, dan sering hilir mudix ke dpp membantu Bapak. penampilanku sopan dan bersahaja, katanya ganteng dan murah senyum

rupanya diantara mereka yaitu murrobiyah nya mengenali wajahku , meski tidak kenal nama tapi menjadi awal yang baik untuk perkenalan.

Sang murrobi tersenyum tipis dan akau membalas dengan sopan.Sambil bengong aku memandangi ke empat remaja putri yang ayu dan anggun, sebenarnya aku tidak begitu tertarik ikut demonstrasi, tapi karena simpati ku terhadap kekejaman Israel , akhirnya aku memutuskan ikut, aku sendiri bukanlah anak yang taatberagama sebagaimana ikhwan pks .

————————————————————————————————

Meski jilbab menutup sampai kebawah, keindahan tubuh ke empat akhwat itu tampak terlihat jelas, dengan kulit wajah yang senantiasa berseri tanpa meninggalkan kesan pemalu, dada yang menonjol dan pinggang yang membesar layaknya biola.

mendekati pasar festifal, seorang akhwat terpaksa berdiri karena ada ibu yang lebih tua masuk demikian juga aku ikutan berdiri karena banyak penumpang lain berdatangan, kebanyakan ibu-ibu arisan dan anak-anak seumuran smp dan sd.

kondisi bus jadi lumayan padat. aku dan akhwat tadi berdiri berdekatan bahkan akhirnya bersentuhan. tak bisa tidak mataku tertuju pada bongkahan pantat akhwat yang sintal dan menggairahkan

si akhwat juga asyik berbicara dengan temannya yang duduk, aku memutuskan mengambil kesempatan untuk menempelkan tubuhku ke ke badannya, maklum goyangan bus mendukung niat jailku itu.

nyaman sekali ketika penisku mengesek pantatnya, si akhwat kayaknya maklum karena kondisi bus yang bergoyang dan sedang asyik ngobrol dengan temannya, tapi lama-kelamaaan dia menyadari ada batang penis yang menempel di belahan pantatnya, dia pun mulai terdiam, kesempatan ini aku ambil untuk membuka pembicaraan
dengan dia, “Mau kemana mbak”, tanyaku. ” ke monas ada munasyoroh” jawabnya , merdu sekali suaranya.

“maafya desek-desekan” kataku. sejak dari pasfest aku sering mengesekkan penis ku ke pantannya , nikmat sekali belahan pantat akhwat ini, empuk dan bersisi, dia kadang tampak risi, tapi karena tahu kondisi dia diam saja

sesampainya HI kondisi macet total karena ratusan ribu masa pks berkumpul di sana, setelah 30 menit menunggu kondisi tetap seperti semula , banyak suara sound system yang meraung keras,

aku makin berani menempelkan penis ku dan tangan ku mulai meraba pinggulnya dia tampak menyadari hal tersebut namun karena malu di diam saja, tangan ku meremas pantatnya beberapa kali dan kadang turun ke paha, tangan ku yang satunya berusaha menelusup lewat ketiaknya untuk menyentuh bukit indah di dadanya.

setelah sekitar 5 menit aku meremas pantat nya akhwat itu tampak menikmati bercampur marah, dan kemudian membalikan badannya sambil mendelik.

————————————————————————————-

kemudian aku memanfaatkan kondisi itu untuk secepat kilat mengambil pisau di saku, dan menusuk ke perutnya. si akhwat tampak kaget, sambil bertatapan aku berkata “diam”
kemudian kuambil tangannya dan ku tempelkan kepada penisku.

dan menuntunnya untuk membelainya, mau tak mau akhwat itu harus menuruti perintahku, kemudian ku keluarkan penisku dan tangan mungil itu kupaksa mengocok penisku,

nikmat sekali rasanya. matakami terus bertatapan , dan lama kelamaan tampak sayu lah mata gadis itu.

tangan ku yang satu mulai bergerilya ke bagian payudara, dan meremas-remas dadanya

karena posisi yang rapat orang di sekeliling tidak menyadari, dan hanya melhat-lihat keramaian di luar.

di tengah keheningan kami, sang murrobiyah dari jauh berkata” ayo turun saja.

aku pun bersungut dan mengikuti mereka dan berbisik ke pada si akhwat yang kuketahui bernama Ulva, jangan bilang

Ulvah hanya menunduk mungkin karena malu dan takut.

aku terus berbaur dengan mereka sambil ikut meneriakan yel-yel.

aku menempel Ulvah dan berada di paling belakang dari kami ber enam , mereka sibuk dengan aktivitasnya serta mengurusi kedua anak sang murrobiyah.

aku mencairkan suasana dengan mengajak obrol ulvah tapi tidak di jawab,

sepanjang perjalanan aku sering meremas pantat ulvah dan kalau kondisi berdesakan aku keluarkan penis unutk minta di kocok, suatu saat aku tidak tahan dan muncratlah air maniku ke luar, aku pun pura-pura bego dan tetap bersama mereka.

——————————————————————————————–

ketika sampai di perkebunan monas aku paksa Ulvah untuk memisahkan diri, tentu saja dengan pisau ditodong ke balik jilbab ulvah. aku mencari tempat di sebelah mushola di mana kondisi tidak terlihat siapapun, dan kebali memaksa ulvah untuk mengulum penisku dengan mulut mungilnya.

setelah selesai aku kembali membaur, saat acara selesai kami pun pulang bersama…di Bus Ulvah hanya diam dan tampak lelah , sebagaimana yang lain juga kelelahan

sepanjang perjalanan penisku senantiasa menempel di belahan pantatnya….nikmat sekali pengalaman hari itu.

sesampai di dpp aku hanya bertukar senyum dengan murrobiyah, aku berharap esok hari bertemu ulvah lagi.

Kaitkata:, , , ,
Ditulis dalam Akhwat | Leave a Comment »

Guru TK Islam

Agustus 7, 2009

Guru TK Islam
————————————————————————————————-
sore itu aku jalan-jalan di sekitar TK Islam Al Munawarah, tampak anak kecil sedang belajar huruf hijaiyah. mereka tampak rapi melafadzkan huruf – huruf tersebut, memang kekuatan huruf hijaiyah itulah yang membuat Al Qur’an tetap otentik sampai sekarang.

di balik kerumunan itu terlihat ukhti Oki sedang menulis di papan, ukhti tampak anggun dan ayu suaranya terdengar merdu. aku sering bengong menikmati kecantikan wajah ukhti OKi


——————————————————————————————
Beberapa hari terakhir tiap sore aku mampir ke TK tersebut untuk menikmati kesejukan Ukhti Oki. Jilbab lebarnya tidak bisa menutupi kemolekan tubuh nya, rok panjangnya menutup sampai kaki.

Akhirnya aku cari akal bagaimana mendekatinya, kalau para akhwat kan tidak boleh berdekatan dengan lelaki atau pacaran apa lagi yang lain
————————————————————————————–
aku pun menemui Mba Oki dan mengutarakan isi hati untuk ta’aruf(perkenalan), walaupun pada awalnya ditolak akhirnya ybs mau diajak jalan.

pada pertemuan awal hanya makan siang dan jalan-jalan ke toko buku. di pertemuan ke tiga aku ajak ybs ke Ancol.

perjalanan ke Ancol menggunakan motor supra fit ku yang sederhana. perjalanan sangat menyenangkan kita sering bicara hal hal yang tidak jelas, diselingi tawa renyah dan canda-an kecil. Dalam hati aku berpikir akan benar-benar jatuh cinta pada mba Oki.

tanpa disadari tubuh kami merapat, karena mbak Oki bonceng gaya laki-laki dan aku suka mengerem mendadak saat ada lobang di jalan dapat kurasakan tonjolan hangat bukit kembar mbak Oki, hembusan nafas mbak Oki sering menerpa tengkuk belakangku , aku pun menjadi horni dan makin pelan dalam berkendara .

sesampainya di Ancol aku memilih pergi ke dufan terlebih dahulu, pada saat mengantri ticket aku beranikan untuk memeluk tubuh sintal Mbak Oki dari belakang, penisku langsung mencium lembut pantat mbak Oki, agaknya mbak Oki sudah tidak mengindahkan norma-norma ke akhwatannya. aku pun memanfaatkan hal itu untuk memeluk erat tubuhnya, penisku makin menegang dan membesar. Oki hanya diam dan malah menggerak- gerakan pantatnya , yang makin membuat aku keenakan.
—————————————————————————————-
Kami bermain di Dufan sampai sore, kemudian meluncur ke pantai Ancol, suasana pantai sangat sepi hanya tampak beberapa pasangan di kejauhan.

Kami berpelukan memandang debur ombak dan matahari yang mulai menyurut, suasana sangat romantis ,kedua tangan mba Oki menumpu pada batas pantai, meskipun memakai jilbab lebar dan rok panjang , pantatnya sungguh terlihat indah,wajah ayunya diterpa sinar matahari sore yang redup. Aku memanfaatkan kesempatan untuk memeluk tuuhnya dari belakang , dan si penis yang sudah sedari tadi tegang, langsung menyusur belahan pantatnya, mba Oki malah tampak menikmati tonjolan di pantatnya . aku beranikan tanganku untuk menyusup ke jilbab lebarnya dan meremas payudara montok nya, mba Oki tampak terkejut tapi setelah ku bujuk akhirnya Oki hanya diam, dan lama kelamanan mulai menikmati. akupun mak in intents mengosok belahan pantat oki dengan penisku. susana main gelap aku beranikan untuk menyingkap roknya tangan mbak oki berusaha menolak tapi karena kalah tenaga dia akhirnya diam saja, aku megelus pantat bahenolnya dan menyusuri selangkan dan paha mulusnya. Mbak Oki tampak mulai terangsang. tangan ku mulai mengaduk-aduk vagina mbak Oki yang makin membuat mba Oki kelojotan. diam diam aku mngeluarkan penisku dan aku slipkan di selangkangan mba Okidan akhirnya langsung menembus vagina mba Oki dengan pelan.

mba oki ingin berteriak tapi ku bungkam mulutnya dan aku terus menyodok pelan, tetesan air mata mba oki mengalir di tanganku, lama-kelamaan dia tampak pasrah. dan aku terus memacu penisku, sungguh jepitan vagina mbak Oki sangat nikmat, setelah beberapa lama, aku membalikan tubuh mbak Oki dan memaksanya berjongkok sehingga penisku mengacung tepat di wajahnya, aku memaksa mbak Oki mengulum penisku dan muncratlah air maniku di mulutnya, mbak oki tampak sedih karena keperawanannya telah hilang, tapi aku hibur dengan berjanji untuk menikahinya.

Kami pun pulang agak larut..
————————————————————————
mulai hari itu aku sering berkunjung ke tk tersebut dan di waktu senggang mbak oki sering bercumbu dengan ku bahkan sering aku memaksanya untuk memuaskan sahwatku ketika murid-murid telah pergi. mbak Oki sering menangis dan menagih kapan aku menikahinya. aku hanya menjanjikan secepatnya

makin hari aku makin sering bermain ke tk tersebut, ketika aku melihat mbak Oki mengajar nafsuku terasa menggelegak, keanggunan wajahnya dan indah tubuhnya tidak bisa di tutupi oleh jilbab lebar yang di kenakan, senyum dan candanya ketika mengajar makin menggairahkan tapi senyum itu kadang berubah menjadi tangis ketika penisku menusuk mulut dan vaginanya, aku kadang-kadang sudah tidak menhiraukan lagi ke akhwatannya setiap ada kesempatan , penisku menghujam ke belahan vagina yang sempit kepunyaannya, kadang kami ke mall atau ke bioskop dan pada akhirnya aku memaksanya untuk mengocok penisku, kadanga di bus kota aku senantiasa menggesek penis ku ke belahan pantatnya dan di akhiri semburan air maniku di tempat-tempat sepi.

setelah tiga bulan semua per zinahan ini berlangsung aku memutuskan, untuk menghilang dan meninggalkan kekasihku mbak Oki yang anggun dan ayu itu

mungkin mbak Oki sekarang sudah hamil dan menikah, dan mungkin telah melahirkan anakku

semoga kisah ini tidak terulang pada para akhwat

Leave a Comment

ngentot untuk pertama kali

February 23, 2011 at 11:08 am (Uncategorized)

Pada awalnya aku tidak pernah menyangka akan ML untuk pertama kali pada bulan pertamaku tinggal di Bali. Waktu itu aku baru masuk kuliah dan dapat tempat kost di daerah Jimb. Lingkungan kostku juga cukup enak dan tenang, apalagi aku tinggal sendiri di kostku itu.

Cuma ada 4 kamar yang terisi pada saat itu. Satu keluarga muda, mungkin baru berumur 30-an, Seorang pria setengah baya, dan 2 wanita muda yang cantik dan seksi, umurnya sekitar 22-27 (mereka tinggal satu kamar) dan aku. Kebetulan mereka berdua tinggal di sebelah kamarku. Sebut saja mereka Evi dan Silvi.

Evi yang lebih muda selalu ada di rumah sore hari, jadi aku sering mengobrol dengannya. Seminggu setelah aku tinggal di tempat kost itu barulah mulai petualangan seksku.

Siang itu seperti biasa aku pulang kuliah dan tiba di tempat kostku. Tidak sengaja aku melihat ke dalam kamar Evi, Evi sedang tidur siang. Mungkin karena udara di temat kostku cukup panas dia tidak menutup jendela dan hanya mengunakan kaos tipis dan celana pendek, dan saat itu kaosnya sedikit tersingkap dan terlihat payudaranya (Evi tidur tanpa menggunakan bra).

Saat itu juga darahku terasa naik dan penisku mengeras. Jujur saja, aku belum pernah melihat pemandangan seindah itu. Tapi saat itu aku cuma bisa mengagumi dengan melihatnya saja. Setelah puas akupun masuk ke kamarku dan mengkhayal bila aku bisa meraba payudara dan paha mulusnya.

Sekitar jam 3 sore aku keluar kamar, kulihat Evi sudah bangun dan sedang duduk di depan kamarnya dan memang seperti biasa kost tempatku itu sedang sepi. Masih dengan pakaian yang tadi, akupun keluar dan mengobrol dengan Evi dan sekali lagi aku cuma bisa memandangnya. Kamar kost Evi isinya cukup lengkap, TV, VCD dan bahkan kulkas. Dengan dalih mau nonton TV aku ajak Evi untuk ngobrol di dalam saja.

Walaupun ngobrol, mataku sekali-kali melirik ke badannya dan mangagumi tubuhnya. Penisku mengeras melihat itu dan akupun semakin gelisah. Melihat aku gelisah Evi tersenyum.

“Kenapa Re?, Gak enak yah duduk dibawah?”, Tanya Evi sambil senyum.
“Ah gak kok cuma kesemutan” jawabku sekenanya sambil melirik ke arahnya.
“Panas ya udaranya. Lihat, bajuku aja sampe basah sama keringat”, katanya sambil menarik-narik bajunya.
“Aku mandi dulu yah, kamu mau ikut gak mandi bareng aku?”, sambil tertawa dan menyubit pinggangku.
“Bener nih”, tantangku.

Evi cuma tertawa dan berlalu ke kamar mandi. Kamar kost kami masing-masing ada kamar mandinya dan juga ada di belakangku. Entah kenapa tiba-tiba VCD-nya menyala sendiri (ternyata remotenya kedudukan olehku) dan ternyata ada film di VCD-nya, dan itu film porno. Aku tonton film itu dan tanpa sepengetahuanku ternyata Evi sudah selesai mandi dan telah berdiri di belakangku.

“Hayo nonton BF ya”, katanya tiba-tiba membuatku kaget.

Aku menoleh dan oh god, Evi cuma menggunakan handuk saja. Tingginya yang 165 cm berkulit putih hanya menggunakan handuk sebatas dada dengan payudaranya yabg sedikit terlihat dan bawahnya beberapa centi saja dari lekuk pantatnya yang bulat.

“Eh sorry vi, gak sengaja. VCD nya nyala sendiri” kataku sambil mematikan VCD.
“Kok dimatiin, abis ini adegannya seru loh..?” katanya sambil duduk di sebelahku dan menyalakan VCD lagi.

Penisku yang sudah sejak siang tadi sudah menegang jadi semakin tegang sekarang apalagi noton VCD itu ditemani seorang Evi yang cantik di sebelahku dengan hanya menggunakan handuk.

“Tuh kan adegannya seru” katanya. Saat itu di VCD tampak sang bintang wanita sedang merintih karena vaginanya dijilati.
“Kalo dijilat gitu rasanya enak gak?” tanyaku.
Evi tersenyum saja menjawabnya, “Dah, liat dulu aja”

Sekarang aku semakin gelisah dan penisku semakin menegang. Evi tampak menikmati film itu dan nafasnya pun semakin berat mungkin karena gairahya yang mulai timbul sama dengan gairahku yang sudah timbul sejak siang tadi. Pelan-pelan aku mencium aroma wangi dari tubuh Evi yang segar setelah ia mandi. Dan aku pun mencium lehernya. Evi pun melengos.

“Kenapa Ren?, Kamu mau cium aku ya?”
“Aku dah gak kuat Vi, boleh yah aku cium Vi?”
“Kamu dah konak ya dari tadi”, katanya sambil meraba penisku dari luar. Saat itu aku pakai celana pendek Hawaii.

Aku diam saja dan terus mencium lehernya. Pelan-pelan tanganku menarik handuknya turun sehingga terlihat payudaranya yang putih dan indah. Putingnya yang agak kecoklatan naik ketika kuraba lembut. Akupun segera melumat bibirnya sambil tanganku meraba payudaranya. Evi pun membalas ciumanku dengan hangatnya.

“Hhh”, terdengar desisnya ketika mulutku meluncur turun dan mulai menciumi payudaranya yang kira-kira berukuran 36B.

Tanganku pun makin sibuk melepas seluruh handuknya sehingga membuat jariku dapat dengan mudah menyelusup ke liang kewanitaannya.

“Ssshhh terus Ren”, desisnya semakin menjadi ketika tanganku mengelus klitorisnya.

Mulutku pun sibuk menciumi-kedua bukit kembarnya. Tangan Evi yang semula di samping perlahan naik ke kepalaku dan meremas rambutku. Genggamannya makin kuat seiring gerakan tanganku di vaginanya yang sudah mulai basah. Pelan-pelan mulutku mulai turun menciumi perutnya dan akhirnya sampai di liang kewanitaannya.

“Aaahhh Ren, enak Ren” Evi menggelinjang hebat ketika lidahku menyapu habis klitorisnya.

Vaginanya yang sudah basah dengan lendirnya semakin basah oleh sapuan lidahku. Tangannya yang sudah bebas bergerak ke penisku dan mengocok penisku.

“Enak Vi” erangku menerima kocokan di penisku. Penisku semakin tegang dan mulai basah.
“Besar juga punyamu Ren” kata Evi di tengah racauannya.

Lidahku pun jadi semakin giat melumat habis klitorisnya. Dan akhirnya kulihat lubang kewanitaannya dan kumasukan lidahku ke dalamnya.

“Ren, kamu nakal Ren” racaunya dan badannya pun menggeliat hebat, kocokannya pun pada penisku semakin cepat membuatku terengah-engah.

Setelah 15 menit lidahku mengobok-obok vagina dan lubang kewanitaannya, tubuh Evi pun menegang disertai desahan kepuasannya. Evi orgasme dengan menjepit kepalaku di antara kedua paha putih mulusnya. Kocokan pada penisku pun melemah padahal aku sedang merasakan nikmatnya.

Celanaku yang masih terpakai aku lepas dan kuarahkan batang kemaluanku ke mulut Evi. Evi pun menarik penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya dan menjilati kepala penisku. Tubuhkupun direbahkannya sambil terus mengulum penisku. Makin lama kuluman Evi bertambah cepat membuatku merasakan nikmat yang belum kurasakannya sebelumnya. Sambil menikmati kuluman Evi, aku melihat ke arahnya. Rambut hitamnya yang lebat menutupi sebagian besar wajahnya. Matanya sesekali terpejam dan melirik nakal ke arahku sambil mengulum penisku dengan cepatnya.

Akupun mengubah posisiku dan kembali menciumi bagian kewanitaannya dan melumat habis kllitorisnya lagi. Evi pun mendesah dan makin cepat mengulum penisku sambil sesekali tangannya memainkan buah zakarku. Cukup lama juga posisi 69 itu kulakukan sebab kenikmatan sama-sama kami rasakan. Hingga akhirnya Evi mengalami orgasme yang kedua kalinya dengan desahan puas yang cukup panjang dan melepas kulumannya.

“Ren, Masukin penismu dong Ren, jangan buat aku tersiksa” racau Evi di antara desahannya.

Akupun mengatur posisiku. Evi yang masih tidur telentang dengan kaki menekuk membuka pahanya sehingga aku dapat melihat vagina indahnya. Kuarahkan batang kemaluanku yang sudah membesar dan menegang ke lubang kewanitaannya. Pelan-pelan kumasukkan kepala penisku, kulihat Evi menggigit bibirnya ketika penisku masuk ke dalam vaginanya yang sempit. Akupun merasakan kenikmatan yang baru kali itu kurasakan ketika seluruh batang kemaluanku tertanam di lubang kemaluannya, terjepit dan seperti dipijat.

Akupun mengerakkan pantatku maju mundur sambil kulihat Evi memejamkan mata dan mendesah. Tak lama Evi pun mengimbagi gerakanku dengan sesekali menggoyangkan pinggulnya.

“Lebih cepat sedikit Ren, ahhh, enak sekali”.

Akupun mempercepat gerakanku. Evi pun melenguh dan mendesah, dan pinggulnya pun makin cepat bergerak.

“Terus Ren”, katanya.

Desahannya membuatku semakin bernafsu dan akupun mencium bibirnya, lehernya dan belakang telingnya. Desahan dan nafasnya semakin tak beraturan.

“Terus Ren, aku sebentar lagi sampai”.

Akupun mempercepat gerakanku dan tak lama Kaki Evi yang melingkar di pinggangku menguat begitu juga pelukannya. Evi telah orgasme lagi. Lenguhannya yang panjang membuatku semakin terangsang. Tetapi Evi mendorong tubuhku karena badannya cukup lelah.

“Kamu masih belum keluar ya Ren? Tanya Evi.

Dia pun menarik penisku sambil dan kembali mengulumnya. Kulumannya kali ini pun cukup lama sambil tanganku memainkan klitorisnya. Setelah agak lama, Evi pun mengatur posisinya dan memeragakan gaya woman on top. Dia duduk di atas perutku sambil menggoyangkan pinggulnya dan sesekali memutarnya. Akupun mencoba bangkit karena aku tak tahan melihat payudaranya yang putih. Aku ingin sekali mencium dan melumat payudara putih dan kenyalnya.

Kucium payudaranya dan perlahan naik ke lehernya dan belakang telinganya. Aku suka sekali mencium belakang telinganya karena Evi selalu mendesah hebat kalau dibegitukan. Seiring dengan desahan dan gerakan tubuhnya yang semakin cepat akupun merasa aku akan mencapai puncak kenikmatanku. Desahan dan gerakannya makin cepat, akhirnya melemah diiringi desahannya yang panjang.

Akupun mencapai puncak kenikmatanku saat itu. Sambil mendesah Evi pun membaringkan tubuhnya ke kasur dengan posisi penisku masih ada di dalamnya. Akupun perlahan mencabut batang kemaluaku yang telah basah oleh cairannya dan cairanku sendiri. Kucium lagi bibirnya sambil kuucapkan terima kasih padanya.

“Makasih ya Vi, Ini pengalaman pertamaku, tapi aku puas dengan dirimu”.
“Aku juga puas dengan kamu Ren. Kamu hebat Ren”.
“Aku juga Vi”, kataku sambil mencium bibirnya lagi.

Aku pun berdiri dan mengenakan bajuku lagi. Evi pun memperhatikan penisku ketika aku mengenakan baju. Dia duduk dan kembali mengulum penisku. Tapi itu tidak berlangsung lama padahal penisku sudah siap dan tegang lagi.

“Di simpan buat lain kali aja ya Ren”, katanya ketika nafasku mulai kembali tidak beraturan.
Aku hanya tersenyum, “Masih ada lain kali ya Vi”.

Evi hanya tertawa dan kembali ke kamar mandi. Ternyata ‘lain kali’ itu adalah keesokan harinya dan berlanjut terus setiap kali ada kesempatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: